Rabu, 15 Oktober 2014


DOSEN                 : H.Hamsir Ahmad,SKM.M.Kes
MATA KULIAH     : PVBP

MAKALAH TENTANG SERANGGA DAN KESEHATAN
http://ts4.mm.bing.net/th?id=H.4615458963982199&pid=15.1

DISUSUN OLEH :
HENDRA RURU
PO.71.3.221.13.1.020




KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN AJARAN 2014/2015
PRODI DIII

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya-lah sehingga kita dapat menyelesaikan Makalah tentang Serangga dan Kesehatan  ini dengan baik. Walaupun sederhana keadaannya, namun diharapkan agar  dapat memberi mamfaat bagi kita semua.
            Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan yang terjadi baik dalam bentuk penulisan kata-kata maupun kalimat yang kurang baku, maka dari itu saran dan kritik sangat kami harapkan demi kesempurnaannya makalah ini. Karena kami manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
            Demikianlah makalah yang kami yang susun ini semoga bermamfaat bagi kita semua, atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.










Makassar,10 September 2014
Penyusun


Hendra Ruru
BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Terdapat banyak sekali spesies serangga di Indonesia. Namun masih banyak spesies serangga di Indonesia yang tidak di kenali. Padahal serangga adalah salah satu keanekaragaman yang di miliki, bagaimana upaya untuk  menjaganya jika  tidak mengetahui keanekaragaman jenis serangga tersebut. Serangga atau insekta dalam taksonomi adalah salah satu kelas di dalam filum Arthropoda. Arthropoda adalah salah satu filum dalam kerajaan binatang. Sebagian besar serangga yang diketahui secara umum merupakan serangga bersayap.
Serangga ialah benda hidup dari kelompok hewan Invertebrata, kelas Insecta, yang mempunyai bilangan spesies terbanyak. Di habitat daratan, serangga paling luas tersebar berbanding dengan kelas-kelas yang lain dalam filum Arthropoda. Anggaran jumlah keseluruhan spesies kini, termasuk yang belum dikenali oleh sains sekitar dari dua hingga tiga puluh juta, dengan kebanyakan pakar cenderung kepada jumlah pertengahan. Walaupun telah diketahui hampir satu juta spesies serangga, masih banyak lagi serangga yang belum diketahui dan direkodkan kehadirannya. Tidak dapat dinafikan banyak serangga yang akan pupus, sebelum dapat direkodkan kewujudannya, akibat aktiviti pembangunan hutan yang dilakukan.
Serangga boleh didapati berbagai habitat di bumi ini,  banyak serangga berkongsi habitat dengan manusia, sama ada di halaman rumah ataupun di dalam rumah. Serangga mempunyai banyak kepentingan sama ada secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia di bumi ini.
Serangga memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia, peran yang menguntungkan antara lain  kupu-kupu atau lalat dapat membantu mempercepat proses penyerbukan pada tanaman berbuah, Penghasil madu, yaitu lebah (Apis indica), Penghasil bahan kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori).
Serangga yang memiliki peran merugikan antara lain Kayu dimakan rayap Tanaman padi diserang wereng, vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah,  menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis), sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta), perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica), perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).
Banyak sekali serangga yang bermanfaat bagi manusia , tanpa mereka manusia tidak akan berada dalam bentuk sekarang ini. Bermanfaat mulai dari proses penyerbukan, sebagai makanan, hingga sebagai bahan dalam bidang penelitian dan kedokteran. Dan yang sangat pentingnya adalah serangga sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, sehingga membantu merubah tumbuhan dan hewan yang mati menjadi zat-zat yang lebih sederhana dan dikembalikan ke tanah.
Sebaliknya, banyak serangga adalah berbahaya atau sebagai perusak. Mereka menyerang berbagai tumbuh-tumbuhan yang sedang tumbuh, termasuk tanaman yang bernilai bagi manusia dan makan tumbuh-tumbuhan tersebut. Serangga menyerang harta benda manusia, termasuk rumah-rumah, pakaian, persediaan makanan, menghancurkan, merusak dan mencemarinya. Mereka menyerang manusia dan hewan, banyak serangga adalah agen-agen dalam penularan berbagai penyakit.
B.   TUJUAN
1.    Untuk mengetahui apa itu serangga
2.    Untuk memahami ciri-ciri dari serangga (insekta)
3.    Untuk memahami morfologi dari serangga (insekta)
4.    Untuk mengetahui klasifikasi dari insekta
5.    Untuk mengetahui system gerak dari serangga
6.    Untuk mengetahui bagaimana kaitan serangga dengan kesehatan
7.    Untuk memahami Dampak serangga terhadap lingkungan

















BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian dari serangga (insekta)
Kata insekta, berasal dari bahasa latin,insecti yang berarti serangga. Insekta termasuk salah satu anggota dari filium Arthropoda. Banyak anggota insekta yang dapat ditemukan disekitar kita misalnya lalat, kupu- kupu, kecoak, jangkrik, semut, nyamuk dan belalang. Anggota insekta sangat beragam, tetapi memiliki cirri khusus,yaitu kakinya berjumlah enam buah,sehingga disebut juga hexapoda ( hexa = enam, podos = kaki ). Tubuh terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut. Insekta merupakan satu-satunya invertebrata yang dapat terbang, dengan ukuran tubuh yang beragam. Dengan habitat yang sangat luas insekta mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Peranan yang menguntungkan antara lain: penyerbukan tanaman oleh lebah atau insekta lain, tetapi ada juga yang merugikan misalnya: wereng coklat menyerang hektaran tanaman padi.
Serangga ialah benda hidup dari kelompok hewan Invertebrata, kelas Insecta, yang mempunyai bilangan spesies terbanyak. Di habitat daratan, serangga paling luas tersebar berbanding dengan kelas-kelas yang lain dalam filum Arthropoda. Anggaran jumlah keseluruhan spesies kini, termasuk yang belum dikenali oleh sains sekitar dari dua hingga tiga puluh juta, dengan kebanyakan pakar cenderung kepada jumlah pertengahan. Walaupun telah diketahui hampir satu juta spesies serangga, masih banyak lagi serangga yang belum diketahui dan direkodkan kehadirannya. Tidak dapat dinafikan banyak serangga yang akan pupus, sebelum dapat direkodkan kewujudannya, akibat aktiviti pembangunan hutan yang dilakukan.
Serangga memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia, peran yang menguntungkan antara lain  kupu-kupu atau lalat dapat membantu mempercepat proses penyerbukan pada tanaman berbuah, Penghasil madu, yaitu lebah (Apis indica), Penghasil bahan kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori).
Serangga yang memiliki peran merugikan antara lain Kayu dimakan rayap Tanaman padi diserang wereng, vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah,  menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis), sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta), perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica), perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).
B.   Ciri-ciri dari serangga (insekta)
1.    Tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaput(kepala), toraks (dada), dan abodemen (perut).
2.    Memiliki sepasang kaki pada setiap segmen toraks, sehingga jumlah kakinya tiga pasang dan berfungsi untuk berjalan .
3.    Kebanyakan insekta memiliki sayap pada segmen kedua dan segmen ketiga di daerah dada, pada jenis lain sayapnya tereduksi bahkan ada yang tidak memiliki sayap.
4.    Makanan insekta ada yang berupa sisa organisme lain, ada yang hidup sebagai parasit dalam tubuh (tumbuhan, hewan bahkan manusia), serta bersimbiosis dengan organisme lain.
5.    Alat pernapasan insekta berupa trakea.
6.    Alat ekresi berupa tubulus malpighi yang terletak melekat pada bagian posterior saluran pencernaan .
7.    Sistem sirkulasinya terbuka.
8.    Organ kelamin insekta berumah dua artinya insekta jantan dan insekta betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakhir dari abodemen .
9.    Fertilasi terjadi secara internal.
10. Insekta mengalami ekdisis pada tahap tertentu selama perkembangan hidupnya.
C.   Morfologi dari serangga (insekta)
1.    Kepala (caput)
Pada kepala insekta terdapat sepasang antena, sepasang mata majemuk (mata facet),kadang-kadang ditemukan juga mata tunggal (ocellus), dan mulut.Sedangkan mulut tersusun dari sepang mandibula,tiga pasang maksila, bibir, atas (labrum), bibir bawah (labium) yang berbeda-beda tergantung dari bentuk mulutnya, serta organ perasa (palpus). Bentuk kepala insekta dapat dibedakan berdasarkan bentuk mulut dan makanan yang dimakannya.
2.    Dada (toraks)
Dada terdiri dari tiga segmen atau ruas yang terlihat jelas, yaitu dari depan prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks dan pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, sayapnya terdapat mesothoraks dan metathoraks. Pada insekta yang bersayap sepasang, sayap belakangnya mereduksi, mengecil dan disebut halter yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.
Susunan kaki pada insekta terdiri-dari ruas-ruas yaitu :
a.    Panggul (coxa)
b.    Gelang paha (trokanter)
c.    Paha (femur)
d.    Ruas betis (tibia)
e.    Ruas-ruas kaki (tarsus)
3.    Perut (abdomen)
Pada perut insekta ada sebelas segmen, pada stadium embrio segmen ditemukan lengkap,tetapi pada bentuk dewasa segmen dibagian poeterior menjadi alat reproduksi. Abdomen dalam bentuk dewasa tidak berkaki tetapi pada stadium larva mempunyai kaki. Pada abdomen terdapat spirakel,yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea. Anatomi internal terdiri beberapa sistem organ yang kompleks, yaitu sistem pencernaan,system pernapasan,system sirkulasi,system pengeluaran zat, dan sistem saraf.
D.   Klasifikasi dari seranggga (Insekta)
Berdasarkan tipe makanannya serangga dikelompokkan sebagai
1.    Fitofagus memakan tumbuhan misalnya jaringan daun, batang dan akar.
2.    Soofagus memakan hewan lain termasuk vertebrata atau infertebrata
3.    serangga saprofagus memakan materi-materi organik yang telah mati termasuk colembola.
Berdasarkan ada tidaknya sayap, insekta dikelompokkan menjadi dua sub kelas yaitu:
1.      Insekta tidak bersayap, Insekta ini dikelompokkan dalam sub kelas Apterygota.
2.      Insekta bersayap dikelompokkan dalam sub kelas Pterygota.
Klasifikasi dari serangga adalah:
Domain                      : Eukaryota
Kingdom                    : Animalia
Subkingdom             : Bilateria
Infrakingdom                        : Ecdysozoa
Superphylum                        : Panarthropoda
Phylum                      : Arthtopoda
Subphylum               : Mandibulata
Infraphylum              : Atecolerata
Superclass                : Panhexapoda
Epiclass                     : Hexapoda
Class                          : Insecta
Subclass                   : Dicondylia
E.   System Gerak dari serangga (insekta)
1.    Otot dan pergerakan
Keberhasilan serangga dalam survivalnya terutama berkaitan dengan kemampuannya untuk mengindera, menafsirkan dan bergerak dalam lingkungannya. Sekitar tujuh puluh persen dari spesies di dalam biosfer adalah serangga yang tersebar di berbagai lingkungan. Kemampuan terbang serangga yang diperkirakan berkembang sejak paling sedikit 300 juta tahun yang lalu merupakan inovasi dalam kemampuan pergerakan. Selain pergerakan terestrial dan akuatik yang berkembang dengan baik. Kekuatan untuk pergerakan berasal dari otot, yang bekerja dengan bertumpu pada sistem skeleton baik berupa eksoskeleton yang kokoh maupun skeleton hidrostatik.
a.       Otot
Tidak seperti vertebrata dan invertebrata non-serangga yang mempunyai baik otot lurik (striated) maupun otot polos (smooth), serangga hanya mempunyai otot lurik yang masing-masing serabutnya.
b.      Perlekaan otot
Pada vertebrata, otot-otot bertumpu pada skeleton internal, tetapi sebaliknya pada serangga otot-otot melekat dan bertumpu pada permukaan dalam dari skeleton luar. Otot bersambung dengan adanya tonofibrillae. Skeleton luar tonofibrillae merupakan serabut-serabut penghubung yang halus berfungsi untuk: menghubungkan ujung otot ke lapisan epidermal dan Terbuang bersama kutikula lama pada setiap moulting sehingga harus ada pembentukan tonofibrilae baru kembali.serta Pada tempat perlekatan, tonofibrillae melintas epidermis dari otot ke kutikula. Kadang-kadang, perlekatan ini diperkuat dengan tonjolan multiselular yang disebut apodeme dan apabila struktur ini berbentuk memanjang disebut apophysis.
2.    Pergerakan Serangga
a.    Larvae dengan tubuh lunak bergerak dengan cara merayap. Pergerakan ini dimungkinkan karena adanya skeleton hidrostatik untuk perlekatan otot. Otot turgor berkontraksi dan relaksasi secara berurutan dari kepala ke ekor sehingga membentuk gelombang. Tumpuan pada substrat terjadi karena adanya kait mulut (mouth hook, misalnya pada larva diptera) dan kaki lengket (adhesive foot). Beberapa serangga air bergerak dengan menggeliat seperti ular. Sedangkan pada larvae yang mempunyai kaki-kaki dada (thoracic legs), gelombang kontraksi dan relaksasi dari otot-otot turgor dari posterior ke anterior menyebabkan terangkatnya kaki dari substrat secara berurutan dan menyebabkan gerakan maju.
b.    Pada serangga dengan eksoskeleton luar yang kokoh bergerak dengan cara berjalan atau berlari, pergerakan diperoleh dari kontraksi dan relaksasi dari pasangan otot-otot antogonistik dan agonistic yang melekat pada kutikula. Pergerakan dengan jalan atau berlari menggunakan enam kaki dada. Dibanding crustacea dan myriapoda, serangga mempunyai lebih sedikit kaki yang terletak lebih ke ventral dan berdekatan satu sama lain pada dada memungkinkan konsentrasi otot-otot pergerakan baik untuk berjalan maupun terbang. Hal ini menghasilkan pergerakan yang lebih efisien dan lebih mudah terkontrol. Ketika serangga berjalan, pergantian pertumpuan tripod dari kaki depan dan kaki belakang pada satu sisi dan kaki tengah pada sisi yang lain mendorong ke belakang sedangkan kaki-kaki yang lain diangkat ke depan sehingga menghasilkan gerakan maju. Dengan tripod, pergerakan menjadi stabil karena titik berat tubuh berada di antara tiga kaki.Tungkai Cursorial berfungsi untuk berlari yang dicirikan dengan ruas-ruas tungkai yang ramping. Contohnya tungkai kecoak, kumbang.
c.    Meloncat
Gerakan meloncat dimungkinkan karena adanya kaki belakang yang termodifikasi (femur belakang yang membesar, misalnya pada orthoptera dan kutu) dengan otot-otot yang besar di mana kontraksi secara perlahan menghasilkan energi yang tersimpan dengan salah satu cara berikut yaitu distorsi dari sendi femoro-tibial, sklerotisasi berbentuk pegas (spring-like sclerotization, misalnya perpanjangan jaringan pengikat pada metatibia) dan  tekanan pada elastic resilin pad pada coxa. Tungkai Saltatorial berfungsi untuk meloncat yang dicirikan dengan pembesaran femur bagian belakang. Misalnya pada tungkai belalang dan jangkrik.
d.    Mendayung
Gerakan mendayung pada lapisan permukaan air dimungkinkan karena adanya tegangan permukaan air dan pada telapak kaki serangga terdapat kutikula atau rambut-rambut yang bersifat menolak air. Tungkai Natatorial berfungsi untuk berenang yang dicirikan bentuk tungkai yang pipih serta adanya “rambut-rambut renang” yang panjang. Misalnya tungkai kumbang air, kepinding kapal.
e.    Terbang
Kemampuan terbang memungkinkan serangga untuk mempunyai mobilitas lebih tinggi yang membantu dalam memperoleh pakan, pasangan kawin, penyebaran dan mengeksploitasi lingkungannya. Kemampuan terbang hanya dimiliki oleh serangga dewasa. Terbang berarti harus melawan dua gaya yaitu gravitasi dan gesekan dengan udara. Penerbangan bisa dilakukan secara aktif menggerakkan otot-otot terbang atau secara pasif atau melayang relatif terhadap angin. Naik dan turun dalam gerakan melayang dilakukan dengan mengatur sudut sisi depan sayap yaitu antara 30° dan 50°.

F.    Peranan  Serangga dengan Kesehatan
Serangga menpunyai peranan yang sangat penting dalam ilmu kesehatan, karena:
1.      Menularkan Penyakit
a.    Penularan secara mekanik
Penularan ini serangga hanya bertindak sebagai alat pemindah penyakit/mikroorganisme yang pasif. dan adanya serangga ini tidak mempuntai arti penting dalam kelanjutan hidupnya mikroorganisme/parasit yang di tularkan. jadi mennularan ini melalui anggota badannya, seperti kaki, mulut, antena ,dan bulu-bulu pada badan serangga.
Contoh: Penyakit yang di sebabkan oleh golongan amoeba dan vektor penularnya adalah lalat rumah (musca domestica).
b.    Penularan secara biologis
Penularan ini serangga bertindak sebagai tuan rumah/hospes, dan adanya serangga sangat di perlukan untuk kelanjutan hidupnya mikroorganisme/parasit yang di tularkan, dalam penularan ini dapat di bedakan menjadi:
2.      Cara propagatif
penularan ini di dahului oleh berkembang biaknya mikroorganisme di dalam serangga atau dapat di katakan di dalam serangga mikroorganisme berkembang biak sebelum di tularkan dan tidak mengalami perubahan bentuk.
3.      Cara cyclo propagatif
Penularan ini didahului oleh berkembangbiaknya mikroorganisme dan perubahan bentuk di dalam serangga. dalam arti kata lain yaitu ikroorganisme i dalam serangga selain berkembang biak juga mengalami perubahan bentuk.
Contoh: # Penyakiit malaria dan vektor penularnya adalah golongan nyamuk Anopheles.
4.      Cara cyclo depelopmental
Penularan ini di dahului oleh pertumbuhan mikroorganisme di dalam tubuh serangga. jadi mikroorganisme di dalam tubuh serangga hanya mengalami pertumbuhan saja/ bertambah besar (berganti stadium).
5.      Cara keturunan
Penularan ini melalui keturunannya jadi serangga yang pertama kali mengandung mikroorganisme/parasit tidak dapat menularkan yang dapat menularkan adalah keturunannya.

G.   Serangga Pembawa dan Penyebab Penyakit
Serangga termasuk salah satu penyebab terjadinya penyakit gatal kulit, meski sebagian besar penyakit gatal kulit yang ditimbulkan oleh serangga ini tidak membawa akibat yang berbahaya. Serangga memiliki racun yang menyebabkan alergi dan menimbulkan rasa gatal pada kulit. Dilangsir dalam laman chealth.canoe.ca, penyakit gatal kulit yang disebabkan oleh serangga ini bisa terjadi melalui dua cara, yakni sengatan dan gigitan.
Jenis serangga yang sengatannya mengakibatkan penyakit gatal kulit antara lain, lebah, tawon dan semut api. Ketiga jenis serangga penyengat ini memiliki berbagai jenis racun, tapi tidak ada berbahaya dalam dosis kecil, kecuali jika seseorang alergi terhadap racun.
Sementara serangga yang gigitannya menyebabkan penyakit gatal kulit antara lain kutu, nyamuk, kutu busuk dan beberapa jenis lalat seperti lalat hitam, lalat pasir, lalat rusa atau lalat kuda.
Tak satu pun dari serangga penggigit dan pengisap darah ini yang benar-benar beracun, namun beberapa memiliki air liur yang dapat mengiritasi atau memprovokasi timbulnya rasa gatal.  Penyakit gatal kulit yang disebabkan oleh gigitan serangga ini biasanya bisa Anda tanggulangi dengan menggunakan minyak gosok atau salep pereda gatal. Kecuali serangga-serangga ini membawa infeksi bakteri atau virus, sebagian besar gigitan maupun sengatan serangga ini tidak berbahaya.



















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Serangga adalah hewan yang sering dijumpai dalam keseharian kita dan ditemukan di hampir semua jenis lingkungan. Di dunia terdapat lebih dari 800.000 jenis, dan beberapa jenis di antaranya dapat merugikan manusia karena merupakan pembawa penyakit.
Insecta berdasarkan ada tidaknya sayap dibagi menjadi dua sub kelas yaitu apterygota merupakan serangga tidak bersayap berukuran kecil sampai metamorfosis sederhana (Ametabola) dan pterygota termasuk serangga yang bersayap.
Sub kelas Apterygota di bagi menjadi beberapa ordo diantaranya : . Ordo Protura, Ordo Collembola, Ordo Thysanura, Ordo Archeognatha, dan Ordo Diplura.
Serangga yang memiliki peran merugikan antara lain Kayu dimakan rayap Tanaman padi diserang wereng, vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah,  menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis), sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta), perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica), perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).
B.   SARAN
Kepada manusia diharapkan sangat untuk membudidayakan dan melestarikan keberadaan insekta terutama yang dapat bermamfaat bagi kehidupan kita.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar